Cerpen
Pencopet “ anda belum beruntung”
Pada pagi itu, si Nur hendak pergi kuliah. Karena ia tidak dibolehkan mengendarai sepeda motor sendiri, maka Nur berangkat kuliahnya naik Bus.. Pada Jam 06.30 Nur menunggu bus yang biasa ia naiki.dan 5 menit kemudian, bus pun datang. Lalu Nur pun naik bus tersebut. Berhubung bus tersebut penuh, Nur akhirnya berdiri, Beberapa saat kemudian sayup-sayup ia mendengar suara seseorang memanggilnya. Ternyata orang yang memanggil itu adalah Niken. Lalu mereka berbincang-bincang.
Niken : “Hai Nur, apa kabar?”
Nur : “Hai juga Niken, alhamdulillah kabarku baik-baik aja”
Niken : “Ngomong-ngomong sekarang kamu kuliah di mana Nur?”
Nur : “Saya sekarang kuliah di IAIN WALISONGO, dan kamu sendiri sekarang kuliah dimana?”
Niken : “Saya juga kuliah di IAIN WALISONGO”
Nur : “ Jadi kita satu kampus dong”
Ketika Niken dan Nur asyik berbincang-bincang di dalam bus, naiklah dua orang pria yang berbadan besar yang ternyata berprofesi sebagai pencopet. Setelah naik ke dalam bus, dan melihat Nur yang sedang asyik berbincang, kedua orang pencopet itu pun merangsek mendekatinya.untuk mencopet dompet Nur yang ada di dalam tas. Dengan hati-hati dan cekatan kedua orang tersebut mulai beraksi dan. setelah berhasil, mereka pun lalu bergegas turun dari bus.
Tidak berselang lama, Nur dan niken pun turun karena telah sampai tujuan. Namun ketika akan turun, ada seorang perempuan yang memanggilnya. Orang itu berkata: “ mbak-mbak, tunggu mbak!”. Kemudian Nur berhenti dan menengok orang yang memanggilnya. Nur bertanya: “ ada apa mbak kelihatannya sedang memanggil saya ya ?”. Perempuan tersebut menjawab: “ ya mbak ! Anu …tas mbak kok sobek, mungkin mbak kecopetan ya?”. Lalu Nur memeriksa tasnya, ternyata tasnya benar-benar sobek. dan sontak Nur berkata: “ Alhamdulillah….”. Mendengar teriakan Nur yang demikian, perempuan itu sontak terheran-heran lalu bertanya : “ kok mbak malah bersyukur?”. “Gini mbak, dompet yang dicopet tadi, dompet kosong, dan dompet yang ada uangnya saya taruh di dalam tas bagian dalam”, jawab Nur. Lalu perempuan itu berkata:“bodoh sekali ya , kedua pencopet itu, masak dompet kosong aja dicopet”. Lalu Niken pun berkata: “ Kali pencopet itu gak pakai mikir saat nyurinya mbak”. Lalu mereka bertigapun tertawa dan membayangkan gimana perasaan malu dan marahnya pencopet yang mencuri dompet kosong itu. Mungkin mereka bisa dicacimaki oleh sesama pencopet. Pencopet kok gak genius, malu-malu-in! Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke kampus.
Pengalaman ini tentu tidak akan terlupakan baik oleh si pencopet itu sendiri maupun orang yang dicopetnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar